Translate

Tanda Orang Bijaksana

Tanda orang bijaksana ialah Hatinya selalu berniat suci, Lidahnya selalu basah dengan kalimat dzikrullah, Matanya menangis karena penyesalan dosa, sabar terhadap perkara yang dihadapi, dan mengutamakan akhirat daripada dunia.

Keutamaan Wudhu

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu, Rasulullah bersabda "Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dengan wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya karena bekas-bekas wudhu mereka. Karenanya barangsiapa di antara kalian yang bisa memperpanjang cahayanya maka hendaklah dia lakukan."(HR. Al Bukhari dan Muslim)

Cinta Allah Pada Manusia

Cinta dan kasih sayang manusia hanyalah setitis jika dibandingkan dengan cinta dan kasih sayang Allah yang selautan. Sekiranya engkau kehilangan yang setitis itu, ia tidak akan menyusahkan kehidupanmu selagi yang selautan itu masih engkau miliki..

Pecinta Allah

Pecinta Dunia selalu bercerita tentang kehebatan diri dan harta dunia yang ingin dikejar, sebaliknya Pecinta Tuhan akan selalu bercerita tentang kehebatan Tuhan dan nikmat Akhirat yang ingin dikejar..

Patience (Sabar)

Do not try to run away from trials and tribulations but endure them with patience. They can not be avoided. and there is nothing for it but to endure them with patience.. (Syekh Abdul Qodir Jailani)

Sabtu, 25 Mei 2013

Setiap Manusia adalah Perahu yang Berlayar di Samudera Kehidupan


Hidup kita ibarat perahu ditengah samudra luas yang penuh badai dan angin kencang namun ddidalam perahu itu sudah dilengkapi dengan alat-alat komunikasi dan kompas, ketika seorang insan sudah terlalu jauh dari jalan yang harusnya ditempuh maka  alat komunikasinya adalah Allah dan kompasnya adalah alqur'an dan alhadits, tidak ada yang lain.


Lebih dari itu... Manusia diciptakan dengan sangat baik oleh Allah, dilengkapi dengan bakat serta kemampuan yg luar biasa. Diberi hati nurani dan akal budi serta kebebasan untuk menjalankan perahu kehidupan kita secara baik dan benar. 

Bahkan seekor lalat pun rezekinya sudah diatur oleh Maha Besar Allah, lalu bagaimana mungkin seorang manusia yang jauh lebih sempurna (memilih akal budi & perasaan) masih mengeluh bahwa hidup ini tidak adil, mengeluh bahwa rezeki mereka terlalu sempit, mengeluh bahwa tidak ada satupun kesempatan yang datang pada mereka. 

Jumat, 17 Mei 2013

Amarah?? Bagaimana Cara Mengendalikan Amarah Menurut Islam??


Syahdan, seorang pria mendatangi Rasulullah SAW. dan meminta petunjuk hidup yang baik.”Nasehatilah aku, wahai Rasulullah!” pintanya. Nabi SAW. yang memiliki ketajaman pandangan bersabda, “janganlah engkau marah!” Kalimat itu beliau ulangi berkali kali. Dalam riwayat lain disabdakan, “Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.”

Salah satu alasan bagi kita untuk menahan amrah, adalah karena “melepaskan amarah itu mengumpulkan kejahatan, sedangkan menahannya adalah mengumpulkan kebaikan,” tulis Imam Ahmad bin Hanbal. Sementara itu Imam Ja’far bin Muhammad mengatakan, “Amarah adalah kunci segala kejahatan.” 

Mengendalikan Amarah..

Bagaaimana caranya agar kita bisa menahan diri dari amarah yang sia-sia? Para psikolog menganjurkan agar kita tetap berpikir sehat saat emosi muncul. Berikut ini beberapa petunjuk yang diberikan Islam pada kita untuk mengekang amarah :

“Jangan Pernah Mengeluh Dengan Kekurangan Diri Sendiri”

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan yang retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh..

Selama dua tahun hal ini terjadi setiap hari, Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak bangga akan prestasinya karena sudah melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan yang retak itu merasa malu akan ketidaksempurnaannya dan merasa sangat sedih karena ia hanya bisa memberikan setengah porsi yang seharusnya dapat ia berikan.